Langsung ke konten utama

Manajemen yang paling Dasar - Catatan Guru Gembul

 

Dalam teori manajemen yang paling dasar, paling standar, orang berkumpul dalam satu tempat, itu karena beberapa alasan. 

  • Karena ada kebutuhan finansial, seperti buruh pabrik yang bersatu, mereka tidak memiliki idealisme, tidak memiliki apapun selain membutuhkan alas pemuas kebutuhan. 
  • Ada orang yang berkumpul gara2 chemistry, kesamaan kedekatan
  • Dan ada yang berkumpul karena idealisme atau ideologi. 

Jika ketiga hal itu ada, segala motif untuk berkumpul itu ada. Biasanya justru ketika semua motif ada disitu, itu orang2 jadi terlena sama kedekatan. 

Musik yang penulisnya pingin melampiaskan kegelisahanya pada orang, itu aslinya tidak akan laku. Karena itu subjektif, jadi asli dari diri sendiri disampaikan kepada orang lain. Sedangkan orang lain kan spesifik gitu. Gak ada orang punya pengalaman yang sepenuhnya sama. Makanya kalau mau laku, kita harus cari pengalaman2 yang secara umum terjadi. Misalkan cinta yang dikhianati... kan secara umum terjadi kan? 

Sebenarnya karya itu ingin mengaktualisasikan apa yang ada di benak kita. Bisa keluar jadi legasi kita. Tapi ketika keluar menjadi publish itu benar2 menjadi milik publik. Jadi kita seringkali tidak memilikinya karena 

  • dinilainya sama orang lain.
  • dikasih rate sama orang lain
  • dihargai sama orang lain
  • nanti kalau laku misalnya kan, didownload sama orang lain

dan akhirnya yang kita punya band, untuk kreasi sendiri untuk keinginan sendiri, pada akhirnya akan didekte oleh pasar. Ya begitulah itu dilema seni di zaman modern. 

Zaman semakin personalisasi, jadi sekarang kategori2 menjadi semakin kecil, menjadi semakin banyak. Karena setiap orang itu menjadi semakin unik, dan ingin dipahami sebagai sesuatu yang unik. 



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...