Langsung ke konten utama

Logika Matematika Catatan Tiktok Guru Gembul

 

Logika Matematika
.

Pak Guru, kenapa kita perlu mempelajari berbagai rumus matematika? padahal faktanya di kehidupan nyata yang dipakai hanya sedikit. 

Sebenarnya awal2 kita belajar rumus matematika itu bukan untuk menguasai semuanya, tetapi untuk memberikan pengajaran kepada kita ilmu logika nya. Jadi logika matematika. Cuman entah bagaimana di Indonesia, di negara yang sistem pendidikanya kurang baik (maaf ya). Sekarang yang ditekankan adalah menghapal rumus matematika. Padahal rumus2, Padahal rumus matematika itu diajarkan agar kita terbiasa dengan logika matematika. Jadi misalkan, kalau ada 10 orang, yang bisa menyelesaikan (bikin rumah) dalam waktu 10 hari, kalau si kulinya ditambah jadi 15 orang, maka berapa hari kira2 rumah itu akan jadi. logika matematika. Nah itu kan logika matematika. Agar kita terbiasa menggunakan logika matematika, maka kita diajarkan rumusnya sedikit demi sedikit. Tanpa mengurangi kesempatan kita untuk menemukan rumus baru, atau teori baru. Nah tetapi sekarang, gak tahu gimana..? kalau di Indonesia itu rumus jadi yang utama, dan harus dihapalkan. Padahal ini logika matematika, bukan hapalan matematika. Harusnya seperti itu ya. Dan karena yang diajarkan itu adalah logika matematika maka semua hal yang berhubungan dengan kehidupan kita itu nyambung dengan matematika. Yang gak nyambung itu dengan matematika itu adalah dengan rumus2 yang gak jelas tadi itu. Jadi sebenarnya ini adalah kritik terhadap dunia pendidikan kita. Jadi yang paling penting itu adalah logika matematika. sehingga kita terbiasa untuk memecahkan masalaha2 yang kita yang kita hadapi sehari2. 


Mukjizat
.

Pak Guru, apakah Mujizat hanya ada di Zaman Nabi saja? kalau kitu kenapa pak? 

Mukjizat itu adalah istilah teologis, istilah kepercayaan. Dan karena itu konsep istilah mukjizat itu berbeda beda. Misalkan kalau orang2 islam menganggap bahwa mukjizat itu hanya terjadi di para Nabi, sehingga tidak mungkin terjadi di zaman sekarang. Karena sudah tidak ada lagi nabi. Menurut versi orang Islam. 

Kalau menurut versi agama lain, misalkan kristen gitu. Ada kristen itu yang sampai sekarang masih mengatakan kami bertemu mukjizat dan apa sebagainya. Itu mah tergantung agamanya masing2. Jadi kalau ditanya apa mukjizat hanya terjadi di Islam? ya seperti itu. Dan kenapa seperti itu? Karena Mukjizat itu adalah tanda kenabian. Itu adalah cerita2 atau fenomena2 atau fakta2 yang tidak terjelaskan sama sekali (ajaib, luar biasa, aneh, tidak sesuai nalar), tetapi terjadi. Dan dikaitkan dengan urusan2 kenabian. Karena nabinya sudah tidak ada, ya sudah selesai. Tidak ada mukjizatnya. Tetapi kalau misalkan menurut agama2 yang lain ya masih terbuka kemungkinan untuk itu. 


Sihir 
.
Pak Guru, kalau kita bisa mengendalikan apapun yang ada di dalam dunia quantum. Apakah kita jadi bisa mengeluarkan sihir? 


Sihir itu kan maksudnya kekuatan yang tidak terjelaskan. Yang dianggap sebagai ghoib. Dan praktek itu sudah dianggap wajar dan normal di masa lalu. Sebenarnya ada praktek2 sihir yang bisa kita jelaskan di dunia modern. Sihir itu adalah hoax, bahwa dia itu sebenarnya adalah rekayasa, bahwa itu sebenarnya adalah kejadian2 ilmiah. Kan ada juga sihir yang ternyata di dunia modern, ada penjelasan ilmiahnya. 

Kayak mesiu, awal2 kan dianggap bubuk sihir. Nah seperti itu. Nah kalau kita bisa ya, misalkan kayak Dr. Manhattan, Ya tentu saja kita akan bisa merekayasa alam semesta, kita bisa merekayasa tubuh orang lain. Kita bisa merekayasa ruang dan waktu. Karena dunia quantum itu adalah dunia yang ruang dan waktunya berbeda dengan ruang dan waktu fisika yang kita alami sekarang. Karena ruang dan waktunya itu bener2 lain. Jadi kalau misalnya kita bisa merekayasa itu, mungkin juga kita akan merekayasa ruang dan waktu, merekayasa temen kita, merekayasa rumah, pohon, dinosaurus, dan lain sebagainya. Tetapi ada dugaan2 ke arah sana. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...