Langsung ke konten utama

Reasoning dan Intelektual -Rocky Gerung

 

Oke terima kasih, saya sambung aja kalimat terakhir dari guru Gembul, guru saya. Dia bilang begini, tidak ada yang mau mengambil alih krisis intelektual ini. Kalimat itu betul sekali. Now you are taking over the problem of Nations stupidity. Anda sekarang ambil alih itu, kenapa tidak ada yang care dan tidak ada yang mau akhirnya ambil alih itu?

Anda dipaksa oleh sejarah untuk take over the Stupidity of kita demi sesuatu yang tanggal 30 Desember tahun 30 diucapkan oleh Bung Karno di depan gedung, Indonesia Menggugat. Bangsa ini didirikan oleh kumpulan pikiran Fasilitas pada waktu itu sangat terbatas. Nggak ada yang punya Kingdom nggak ada yang punya akses pada perpustakaan tapi mereka punya otak itu masalahnya tadi pembawa acara bilang di sini dilarang merokok tapi tidak dilarang berpikir di sana thinking dilarang berpikir karena tadi betul gunung pikiran itu dianggap akan mengacaukan pikiran yang establis lo pikiran hanya disebut pikiran kalau dia diganggu itu namanya pertengkaran pikiran sering saya katakan kalau anda berpikir dan anda tidak diganggu itu artinya anda sedang berdoa doa tidak boleh diganggu

Tapi pikiran harus diganggu. Dalam politik itu namanya oposisi di dalam kawasan seperti ini itu artinya tukar tambah intelektual di sebetulnya ini forum yang betul-betul kita ambil alih ke dunguan bangsa ini bukan kedudukan bangsa kedua istana supaya kita bisa ucapkan kembali janji proklamasi janji konstitusi tugas Presiden adalah mencerdaskan kehidupan bangsa artinya produksi lebih banyak intelektual bukan kapital yang diproduksi itu intelektual kita krisis intelektual data itu ada di mana ada di dalam statistik dunia yang sering saya katakan bahwa IQ nasional tinggal 70 lebih banyak IQ yang ada di hutan Juanda daripada internasional yang isinya ada monyet kita mau Terangkan itu sebagai problem gitu dan teman-teman di sini mengerti itu dan mengambil resiko untuk melangkah apa ya istilahnya untuk buat langkah nyata anda tidak bisa andalkan bahwa pemerintah hari ini bisa menyeberangkan Indonesia ke dalam api bonus demografi Bohong semua itu berhenti dua hari lalu pemerintah masih komponen rakyat ekonomi tumbuh ekspor baik 2 jam lalu saya baca statistiknya tuh ekspor Indonesia turun 21% 1/5 artinya macet bisnis itu tetapi saya kasih semacam kisi-kisi itu bukan terjemahan dari kecerdasan otak beda dengan kecerdasan otak resign kita kita bandingkan dengan fashion kita orang yang terlalu banyak pakai Risen dia pasti akan kurangi passion demikian sebaliknya tuh. itu ada fashion dan istilah intelektual itu istilah khas yang dimaksudkan sebagai tanggung jawab orang yang berpikir terhadap keadaan nasional tetapi dalam bahasa kita ada istilah lebih bagus kecendekiawanan itu bukan sekedar kecerdasan otak tapi juga kecerdasan etik saya bisa selesaikan problem kemiskinan dengan kecerdasan intelektual saya pakai prinsip utilitas misalnya saya problem karena saya bisa Hitung berapa banyak sumber daya bangsa ini yang berhasil kita Kemukakan dalam angka statistik itu kecerdasan intelektual tapi kalau bisa pakai kecerdasan etis berapa banyak emak-emak yang kehilangan hak untuk memasak karena LPG 3 kg hilang dari peredaran sekarang kita tarik dimana pasti pemerintah menghalangi LPG itu karena akan dipakai untuk hal yang lain tuh jadi begitu cara kita berpikir saya balik lagi pada kolom tadi intelektual artinya kemampuan untuk mengolah pikiran dengan rasa etis yang maksimal kita sebut itu cendekiawanan seorang yang pancasilais ada dimensi keadilan sosial ada dimensi kemanusiaan yang adil dan beradab dengan kata lain intelektual dipanggil oleh sejarah untuk menyelesaikan problem tadi betul seluruh problem ekonomi dunia bisa disesuaikan dengan komputasi nggak perlu matrik 100 kali 100 dengan cara sedikit main data kita tidak selesaikan tapi data bukan penyelesaian intelektual itu penyelesaian rasional beda antara penyelesaian rasional dan penyelesaian intelektual penyelesaian rasional tidak memerlukan konsekuensi etis tapi penyelesaian intelektual memerlukan konsekuensi etis Om itu hasil penyelesaian rasional bukan penyelesaian intelektual jadi teman-teman saya percaya bahwa di ruangan ini ada kesempatan bagi kita untuk menghidupkan kembali janji kemerdekaan itu cerdas dan kehidupan publik yang kita bayangkan adalah ada peningkatan kemampuan intelektual tetapi politik menghalangi perdebatan intelektual Jadi anda bayangkan kampus takut Undang saya Padahal saya mau provokasi kampus supaya berpikir ritual nanti pemerintah bilang kampus-kampus Indonesia dimasuki oleh pikiran-pikiran radikal Negara Islam lah itu yang diucapkan dimana-mana cara menghalangi pikiran radikal adalah Promosikan kritisisme saya mau masuk untuk promosikan itu sebagai vaksin supaya tidak ada pikiran-pikiran yang disebut teroris justru dihalangi ngaconya di situ tuh jadi sekali lagi teman-teman kalian mengambil alih kesempatan untuk menghidupkan kembali akal sehat karena dua yang di atas itu tidak punya makasih

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...