Langsung ke konten utama

Pengaruh Komentar Netizen | Catatan Guru Gembul Gj4

 

Seperti yang banyak kita ketahui bahwa yang dimaksud dengan INFLUENCER itu adalah orang yang memberikan pengaruh atau orang yang MENDORONG orang lain untuk melakukan sesuatu atau menggagas tentang sesuatu atau berperilaku tentang sesuatu.

Apa yang kalian ketahui tentang influencer? influencer dalam KBBI, artinya ialah pemengaruh berarti orang yang menggunakan media sosial untuk mempromosikan atau merekomendasikan sesuatu. Influencer dapat dimaknai sebagai seseorang yang mampu memberi pengaruh pada orang lain untuk tergerak melakukan sesuatu.

http://kimia.fkip.unila.ac.id

 

Nah tetapi yang kita pahami tentang influencer seringkali SEPOTONG (parsial). Banyak diantara kita yang menganggap bahwa influencer itu adalah orang yang memberikan pengaruh pada orang lain tanpa paham bahwa sebenarnya influencer juga mendapatkan feedback (pengaruh balik). Bahwa orang-orang yang disebut sebagai influencer itu sebenarnya juga dipengaruhi oleh banyak orang. Semakin banyak orang yang terpengaruh olehnya, semakin banyak pula pengaruh orang-orang yang dipengaruhinya itu juga mempengaruhi dirinya sendiri. Dan ini adalah sesuatu yang sangat berat baraya. Karena orang-orang yang menjadi influencer artinya dia dipengaruhi oleh banyak sekali hal. Baraya bayangkan saja kalau misalkan ada seseorang bikin konten, kemudian dia mendapatkan komentar ratusan orang itu atau ribuan orang maka komen-komen itu bagaimanapun akan mempengaruhi dirinya.


Makanya seringkali saya yakin baraya pernah dengar istilah yang semacam ini

  • Halah... mentang-mentang orang ini udah terkenal sekarang menjadi sombong gitu
  • Halah orang ini udah jadi kayanya udah berbeda, gitu ya.
  • Dan sebagainya



Ya tentu saja itu berbeda, tentu saja berubah. Orang yang

  • mendapatkan komentar terus-terusan tentang satu hal,
  • mendapatkan kritikan terus-terusan,
  • mendapat pujian terus-terusan


Maka orang itu akan mengikuti sesuai dengan apa yang menjadi konten pujiannya atau kritikannya atau komentar secara keseluruhan.

Cuplikan Video, bisa kalian saksikan disini, teman2..


Kita mengetahui misalkan bahwa Presiden Soeharto
Pemerintahannya
/kepemimpinannya di periode pertama dan periode kedua, itu luar biasa. Saya pikir saya pernah bikin konten itu jenius. Bagaimana ceritanya? sebuah bangsa yang collabs sebuah bangsa yang berhutang besar sebuah bangsa yang tidak memiliki infrastruktur apapun, tiba-tiba dalam dua periode berubah menjadi salah satu bangsa yang memiliki harapan masa depan. Dan pada masa-masa berikutnya, Indonesia masuk ke jenjang di mana dia era lepas landas. Mau maju gitu, udah pada waktu itu Indonesia udah jauh lebih unggul daripada Korea.

Indonesia katakanlah sudah jauh dari lebih unggul daripada Cina dan sebagainya. Indonesia pesawat terbang bikin sendiri Indonesia kapal laut bikin sendiri mobil juga bikin sendiri alat-alat elektronik semuanya bikin sendiri dan lain sebagainya ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa tetapi karena itu adalah sesuatu yang luar biasa Kemudian orang-orang Kemudian memuji Pak Harto habis-habisan memujanya sebagai Bapak Pembangunan menganggapnya sebagai orang yang pokoknya pahlawan besar di masa itu. Dan dia dikelilingi oleh orang-orang yang terus-terusan memujinya, menjilatnya, memijitnya, dan sebagainya. Maka pada akhir2nya, Pak Harto itu kemakan sama buaiyanan itu, kemakan sama komentar-komentar itu. Dan akhirnya apa? beliau seringkali mulai mengambil keputusan2 yang terlalu sembrono, dan seterusnya.

Dan pada akhirnya, tahun 1995
. Pak Harto itu sudah mau lengser, saya sudah mau turun, saya enggak mau nyalonin lagi sebagai presiden. Nanti Pemilu berikutnya silakan ganti dengan orang lain dan sebagainya. Tapi kemudian ada pembisik yang mengatakan pada Pak Harto. Pak saya kemarin keliling ke Indonesia. Saya sudah ketemu sama netizen netizen di Indonesia. Dan mereka semuanya berharap berat bahwa Pak Harto yang masih menjadi Presiden. Pak Harto kemakan dan berpikir bahwa

  • saya masih diharapkan oleh rakyat Indonesia.
  • Saya masih disukai oleh orang Indonesia,
  • dan sebagainya.


Dia termakan oleh reputasinya sendiri, dan akhirnya apa? 2 tahun kemudian didemo 3 tahun kemudian dia Lengser. Dengan cara yang paling menyakitkan, sebagai seorang presiden. 


Ini terulang baraya fenomena semacam ini terulang. Dimana-mana kita misalkan bisa mengetahui, Napoleon Bonaparte. Kita menemukan Bung Karno kita menemukan Adolf Hitler. Awal-awal pemerintahan mereka luar biasa. Tetapi kemudian mereka termakan oleh kata-kata netizen,

  • terbentuk pikirannya
  • terbentuk mentalitasnya
  • terbentuk gagasannya


Sampai akhirnya mereka termakan dengan apa yang menjadi konten komentarnya itu. Mereka nggak bisa move on dari situ, dan akhirnya hancur.


Youtuber Lucu
.

Ada youtuber di Indonesia yang dia tuh lucu banget. Emang lucu, penonton itu ratusan ribu setiap kali dia upload. Terus komentar2nya itu kamu lucu, kamu lucu, kamu lucu, kamu lucu. Dan sekarang dia tidak lucu lagi, karena

  • dia tidak mendapatkan kritik.
  • Dia tidak mendapatkan saran.

Dan habis, penontonnya sekarang hanya belasan atau puluhan ribu dan terus-terusan turun, seperti itu. 



Youtuber tutup Chanel
.

Jadi saya tidak menceritakan tentang saya. Saya tidak menceritakan tentang siapapun, yang baraya menganggap seperti itu. Saya menceritakan tentang baraya bahwa sekecil apapun komen baraya itu sebenarnya berpengaruh besar.  Ada hal yang sebaliknya. Ada youtuber yang tutup dia nggak lagi konten karena trauma dibully sama baraya. Jadi dia youtuber kemudian menghujat saya dalam tanda kutip

  • dia nggak setuju dengan apa yang saya Gagas
  • dia nggak setuju dengan apa yang saya katakan


kemudian dia menghujat saya, dia mengkritik saya. Itu kemudian berbalik ketika baraya semua banyak netizen2 yang mengomentari balik dia, menjelek-jelekannya, dan sebagainya. Dan video yang sebenarnya biasanya tidak terlalu banyak, pada waktu itu menjadi sangat banyak. Dan komentarnya itu pedes semua. Dan orang yang dimaksud itu akhirnya sampai sekarang tidak lagi bikin konten dan dia tutup channelnya.

Ini sebenarnya miris baraya, saya tidak minta dibela dalam hal ini. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kalau banyak diantara bahaya yang membela saya. Tapi membela itu

  • terkait dengan gagasan
  • terkait dengan ide


bukan terkait dengan pribadi. Kalau misalkan pribadi itu adalah sesuatu yang SAKRAL. Sesuatu yang tidak boleh Karena itu adalah urusan dirinya saja dengan Tuhan. Kalau urusan ide atau urusan gagasan baru boleh kita melakukan yang seperti itu.


Kritik kepada orang Terkenal
.

Saya misalkan pernah mengkritik Pak Habib Rizieq. Tapi saya tidak pernah mengganggu gugat apa yang menjadi masalah privasinya. Bahkan ketika masalah privasi itu menjadi sangat viral, saya tetap nggak akan membahas itu. Karena itu bukan ranah saya. Saya akan mengkritik beliau pada bagian gagasan yang saya pikir salah.
Begitupun saya pernah mengkritik Pak Jokowi. Begitupun Saya pernah mengkritik orang-orang. (Misal ke Pak Jokowi) itu bukan Pak jokowinya, sebagai pribadi, tapi

  • gagasannya
  • idenya
  • kebijakannya


itu adalah atribut yang tidak permanen yang menempel pada diri seseorang. Dan karena itu dia tidak sakral, dan karena itu kita bisa mengkritiknya demi apa? demi perbaikan.
BUKAN untuk

  • mendemonstrasikan ketidaksukaan kita, 
  • untuk mendemonstrasikan ide kita yang masih dangkal.
  • mendemonstrasikan ketidaktahuan kita terhadap tema yang dimaksud, dan lain sebagainya.


Youtuber Besar
.

Ini saya juga berbicara dengan seorang youtuber, salah satu youtuber yang paling besar. Dan saya tanya kepada dia, Berapa kuat bisa dihujat sama jutaan orang di Indonesia. Dia bilang ya saya mah kuat, saya udah tidak peduli lagi sama orang-orang yang seperti itu. Begitu ya? Nah justru dengan jawaban seperti itu, menunjukkan bahwa dirinya itu sudah benar-benar terpengaruh.

  • Karena dia dikritik kemudian dia nggak kuat.
  • Karena dia dibully dan dia nggak kuat, 
maka dia tutup kuping dan tidak lagi mempedulikan netizen. Padahal sebenarnya di antara netizen itu diantara kritik-kritik pedas itu ada kritik yang membangun ada kritik yang edukatif. Tetapi karena sudah terlalu banyak, makanya dia tutup kuping.


Nah akhirnya apa? akhirnya netizen itu membuat kesempatan seseorang untuk memperbaiki dirinya tertutup, gara-gara kritiknya terlalu pedas.
Jadi baraya mau memujinya habis-habisan.
Baraya mau mengkritiknya habis-habisan padahal harus melakukannya dengan penuh tanggung jawab, dan bukan pada pribadi. Tetapi pada ide dan gagasan. Karena bukan hanya dia yang mempengaruhi baraya. Bukan influencer yang membuat orang-orang itu terpengaruh. Influencer2 juga mendapatkan pengaruh yang besar yang kuat dari netizen.

Jadi netizen itu mengubah manusia. Dan sekarang baraya bayangkan, Indonesia itu adalah gudangnya netizen Barbar. Karena itu banyak sekali orang-orang yang berubah, menjadi lebih buruk, gara-gara netizen itu.

Baraya kenal gak, tapi saya yakin baraya nggak kenal. Ada seorang Ustadz yang sangat luar biasa ilmunya, luar biasa. Dia sangat mencerahkan, dia sangat inspiratif tapi dia keluar tidak sebagai seorang Ustadz. Dia sebagai selebriti biasa. Dia sebagai influencer biasa, tapi dia bukan Ustadz. Kenapa? karena dia pernah ngomongin soal Islam dan dia dibully habis-habisan, padahal dia Ustadz. Dan karena itu dia udahlah, saya nggak akan mau lagi bahas konten-konten agama karena bullyingnya kuat. Jadi masalah sektarian dan sebagainya itu kuat Gitu.


Ada lagi Ustadz yang lain. Ustadz yang berikutnya itu

  • nggak mau muncul di TV
  • nggak mau muncul di YouTube
  • nggak mau muncul di apa-apa

karena sakit hati ketika masuk ke dunia yang seperti ini terlalu liar. Netizen menghakiminya, menghakimi tanpa mereka tahu apa kondisi yang sesungguhnya terjadi. Dan akhirnya apa? ya ruginya buat kita sendiri,
akhirnya kita kehilangan orang-orang yang bisa memberikan pengaruh baik untuk kita.

  • Akhirnya kita kehilangan orang-orang yang inspiratif pada kita dan sebagainya
  • dan akhirnya kita Justru malah dipenuhi oleh konten-konten yang tidak benar kan seperti itu.


Makanya please Baraya
dalam berkomentar, mari kita sama-sama jaga
sikap jaga iktikad jangan membully seseorang secara sepihak jangan membully seseorang pribadinya kalau mau kritik kalau mau memberikan masukan itu argumentatif sampaikan kritiknya argumennya seperti ini tidak menjadi tidak mengklaim tidak menuduh tapi hanya seperti itu saja. Biar apa? Biar ada diskusi biar komentar kita walaupun bentuknya kritik itu edukatif itu inspiratif dan itu memberikan perbaikan.

Gitu ya jangan sampai Baraya menjadi hakim. Jangan sampai Baraya punya dosa Jariyah menghancurkan seorang influencer misalkan menghancurkan karakter seseorang tanpa Baraya sadari kan siapa tahu ada orang yang bunuh diri karena komentar barangnya tapi baranya nggak sadar itu kan kita nggak pernah tahu makanya

  • bijaklah dalam berkomentar
  • bijaklah sebagai netizen
  • bijaklah sebagai seorang yang ikut pada influencer


Terima kasih karena sudah menyimak, saya kabur.

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...