Langsung ke konten utama

Gagap Persatuan - Pandji Pragiwaksono

 

Tulisan ini merupakan Catatan Stand Up Mas Pandji Pragiwaksono. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua tentang persatuan. Temen2 bisa saksikan disini untuk cuplikan videonya. Selamat menikmati, semoga menghibur kalian semua. 


Problem
.

(Siapa yang seperti ini?) 

  • Gak suka baca
  • Baca setengah-setengah
  • Ngomel mulu 
  • Gampang kena hoax 
  • dan Gagap Persatuan 


Makna Persatuan
.

Saya merasa ya, (orang Indonesia) itu masih salah menangkap persatuan itu seperti apa?  Sering kan kita? (saat) ketemu sama orang (seperti ini)

Kamu persatuan gak? 
Oh Saya persatuan banget, lihat nih? temen saya ini beda2 agama, beda2 suku, Saya ini Pancasila Banget. 
Loh tapi kok tidak mau berteman dengan yang itu? 
Itu kan orang jahat. 

ITU BUKAN PERSATUAN namanya, itu justru membelah jadi dua. Dan siapa kita, untuk kita merasa kita orang baiknya, dan dia orang jahatnya. Ketika kita tunjuk dia orang jahat, kan dia tidak merasa jahat? 

(Bahkan)
Hal2 yang kita curigai ada di dia, ada juga di temen2 kita. 


Hitam Putih
.

Orang Indonesia itu, melihat dunia itu HITAM dan PUTIH, Saya rasa karena terlalu banyak nonton film. Dia pikir Indonesia itu isinya cuman Autobot, dan Decepticon. Iya bener, Orang Indonesia itu berpikirnya cuman kayak gitu, 

  • Thanos dan kawan-kawan
  • Iron Man dan kawan-kawan

Hidup kan gak seperti itu, gak sesederhana itu. Kita lupa kadang2, memang kita merdeka karena orang baik menang lawan orang JAHAT? enggak. Kita merdeka karena pada akhirnya  kita bersedia duduk dan dialog sama orang yang selama ini kita anggap jahat. Bisa duduk bareng lho... (Padahal) bertahun2 rakyat kita dibunuhin, diperkosain, kekayaan kita diambilin. (Ternyata bisa) duduk kita, duduk kita dialog. KONTROVERSI? tentu...

Misal 
Di Alam Baka, orang2 yang mati karena belanda (bilang)
Wah kalian gila ya... Saya Ini mati karena belanda, kok malah (bisa2nya kalian) ngobrol bareng. Teman saya ini, kepalanya putus gara2 belanda, bener gak...? 


Jembatan Persatuan
.

Kita itu kadang2 lupa, bahwa kita itu jangan bikin tembok diantara kita, justru bikin JEMBATAN. (Yang bisa digunakan untuk menyeberang). Orang2 kadang2 lupa, bahwa yang dibutuhkan sebenarnya adalah DIALOG. Cara pikir orang baik dan orang jahat ini, menurut saya yang membuat TERORISME tetep ada, RADIKALISME tetep ada. Karena orang yang ini, yang melakukan a.hal teroris ini 

  • dicap sebagai penjahat 
  • dikasih hukuman mati

(Masih) dianggap martir dia, dianggap pahlawan, belum selesai masalahnya. (Seperti) itu yang terjadi bom di surabaya masih inget gak? Itu memilukan sekali lho.. satu keluarga, kompak semuanya

  • Bapaknya
  • Ibunya
  • Anaknya yang laki
  • Anaknya yang perempuan

sama-sama sepakat untuk melakukan bom bunuh diri. Kok bisa (itu terjadi?) apakah karena mereka merasa orang jahat? gak mungkin (demikian).  Justru mereka merasa bener. Mana mungkin sih, ada Ibu bawa anaknya untuk ngebom, kalau dia merasa dia salah? (Ya tentu saja) ditinggal anaknya, karena tidak mau anaknya kena dosa yang sama. Tapi karena dia ajak, karena yakin bener. Satu keluarga kompak bom bunuh diri, karena yakin bener. Sekarang peluang apa? untuk mengubah kalau pertarunganya masih bener dan salah, bener dan salah, baik dan jahat. (Kalian bisa bayangkan) satu keluarga ngebom bunuh diri, bagaimana mereka bisa kompak? 


Tikus
.

Tahu gak? ngomong2 soal tikus. Jadi ada para ahli mencoba untuk meneliti hubungan sosial dalam perbedaan dengan objek tikus. Jadi penelitianya kayak (di) kandang kecil gitu.  Dua tikus ditaruh di dalam, tikus warna hitam (H), dan tikus warna putih (P), di dalam satu kandang, tidak saling ngomong. Saling menghindar, tidak berinteaksi dua tikus ini kan beda hitam sama putih. P dikurung, jadi di dalam kandang itu ada kayak perangkap, dikurung dia, gak bisa geraak, tapi ada tuasnya. Tuasnya disentuh sedikit (dari luar) akan bebas si P.  Ketika P di kurung, menjerit dia, tolong aku.... Si H tahu, cuek saja.. tidak berbuat apa2 untuk menolong. 

Kemudian si H dan si P dipindahin di kandang yang berbeda2 hidup berbulan bulan. Lama2 kan, akhirnya kenalan juga, satu kandang lama kan.... Setelah berbulan bulan, si P dan si H jadi berteman, mereka jadi ngobrol, peneliti bisa melihat itu, ada interaksi. Mereka berdua dimasukin lagi di kandang yang sama, tetapi si P dikurung, dalam hitungan detik, si P langsung menyelamatkan. 

Kesimpulan pertama, walaupun kita berbeda, tetapi kalau kita berteman, kita akan punya rasa empati. 

Eksperimen kedua, ada H1 ada H2, ada H3..... Kemudian ditaruh satu tikus putih. Mereka ditaruh di dalam kandang yang sama, berbulan bulan. Kemudian si P ditaruh di kandang yang ada si P yang lain, yang dikurung, P1 tidak saling menyelamatkan padahal sama warnanya. Kesimpulan para peneliti, bahkan kalaupun kalian sama.. tapi yang satu hidup dalam lingkungan yang berbeda, gak ada rasa empati walaupun secara fisik sama. Harus berteman untuk punya rasa empati. 

Jadi kesimpulan para peneliti adalah kalau kalian benar mendambakan persatuan maka jalan yang kalian ambil, tanpa PERMUSUHAN. Kalau kalian memang sadar persatuan, konsekuensinya adalah tidak ada permusuhan, kuncinya adalah BERTEMAN.. Kalau kalian berteman dengan banyak orang, kalian akan lebih punya rasa empati dan mungkin kalian akan bisa mencoba memahami. Makanya saya percaya, orang yang bilang Ganyang malaysia, pasti dia gak punya teman orang malaysia, karena kalau dia punya teman orang malaysia, gak enak... dia mikirin temenya. Orang yang bilang, bakar china, pasti tidak punya temen china. Karena kalau dia punya temen china, dia gak berani ngomong gitu, karena dia mikirin temenya. Orang yang bilang gay itu bangsat, pasti gak punya temen gay. Orang yang bilang perempuan bercadar adalah teroris, pasti gak punya temen teroris. Loh benar dong.. kalau punya temen teroris, pasti tahu tahu gak semua perempuan bercadar itu teroris. Gak serta merta bercadar teroris dong... 

Kalian pernah lihat wawancara di TV gak? ada teroris ditangkap, kemudian tetangganya diwawancara, tetangganya diwawancara.. pertanyaanya kayak gimana tuh? dia sehari hari? Jawabanya kan selalu sama... baik, pendiam orangnya. Ciri2 teroris kan gitu? baik dan pendiam... Kan gak pernah yang ditanya jawab, saya sudah curiga itu, dia kemana mana pakai cadar, bawa solder, kan aneh...  Kan aneh ya.....?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...