Langsung ke konten utama

Rocky Gerung dan Guru Gembul dalam Pesta Demokrasi

 

Akal Sehat dan Demokrasi (GG)
.

Kalau misalkan berbicara tentang demokrasi PEMILU, maka spanduk ini harus diubah, direvisi. Jadi yang menganggap bahwa PEMILU tahun 2024 itu adalah PESTA DEMOKRASI, gak sehat akalnya. Demokrasi itu seharusnya gak bisa disebut AKAL SEHAT dalam konteks ini, karena apa? karena sejak awal DEMOKRASI itu muncul / dimunculkan oleh

  • orang2 yang EGOIS dan pingin menang sendiri, 
  • orang2 yang ingin berkuasa dan ingin mengambil hak orang lain

Itu awal mula sejarah demokrasi itu begitu. 

Berbeda dengan Absolutisme (Monarki Absolut) adalah sebuah gagasan  atau paham gara2 orang terlalu pengecut, dan penakut untuk bisa menciptakan peradaban. Jadi mau absolutisme, mau demokrasi, itu sejak awal sudah bermasalah, baik secara logika maupun secara moral. 

Cuplikan Video dapat kalian saksikan disini, temen2..


Munculnya Demokrasi (GG)
.

Jadi gini, kita berpikirnya dalam opsi yang paling sederhana, opsi binari, opsi A atau B, tidak ada opsi yang lain. Misalkan, di zaman dulu ada sebuah masyarakat yang

  • terlalu egois,
  • terlalu sombong, 
  • terlalu menganggap bahwa dirinya itu kuat, 
  • dan mudah survive dimanapun dia berada

Masyarakat yang seperti itu, itu adalah masyarakat yang sangat2 ingin berkuasa. Jadi ketika ada tawaran, siapa yang mau berkuasa? semua orang dari masyarakat itu, atau sebagian besar dari masyarakat itu mengangkat tangan, saya ingin berkuasa. Karena saya punya visi, saya punya misi, saya punya gagasan, saya bisa menciptakan perubahan. Tetapi orang yang ngacung untuk jadi pemimpin itu terlalu banyak, Karena orang2nya yang ingin berkuasa jadi terlalu banyak, maka muncullah sebuah sistem, dimana semua bisa berkuasa, maka muncullah demokrasi. Jadi DEMOKRASI itu sebenarnya pahamanya adalah setiap orang bisa berkuasa. Dan kalaupun kita bener2 tidak bisa berkuasa, kita bisa mewakilkan kekuasaan kita. Maka muncullah nanti lembaga legislatif dan lain sebagainya.

Cuplikan Video dapat kalian saksikan disini, temen2..

 

Atheisme dan DEMOKRASI (GG)
.

Nah orang2 yang gila hormat, kepercayaan dirinya berlebihan, sehingga memunculkan DEMOKRASI. Inilah orang2 yang pada masa selanjutnya,  itu adalah orang2 yang menjajah. Orang2 ini saking percaya dirinya, dia menganggap dirinya itu bisa mengubah takdir. 

Takdir itu ada di tangan saya

Karena itulah orang2 yang dimaksud biasanya kedepanya menjadi atheis. Nah orang2 itu juga adalah orang2 yang tidak mau menghargai TRADISI,  karena mereka percaya bahwa masa depan itu ada di tangan saya, dan saya bisa mencapai apa yang leluhur saya tidak bisa capai. Karena itulah mereka itu adalah orang2 progresif, orang maju, orang yang berpikiran dan berwawasan ke depan, TETAPI mereka egois dan tidak menghormati masa lalu. Itu awal mula demokrasi. Sekali lagi ini kita berbicara soal opsi A dan B (opsi biner) gak ada opsi yang lainya.  

Cuplikan Video dapat kalian saksikan disini, temen2..


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...