Langsung ke konten utama

Beda CERDAS dan PINTAR | Catatan Guru Gembul 184

Sekarang saya akan membahas salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan di kolom komentar di chanel ini. Yaitu, pak Gimana donk? tips nya untuk menjadi cerdas? Tips nya menjadi orang pintar? Bagaimana tips nya orang yang senang membaca. Senang literasi dan sebagainya. Banyak pernyataan2 seperti itu disampaikan kepada saya, dengan pernyataan tambahan bahwa dirinya itu males, saya itu guling2 terus, gak suka sama pelajaran dan sebagainya. Saya pingin sampaikan, justru karakteristik orang cerdas itu PEMALAS.  Orang2 cerdas itu biasanya memiliki kemandirian berpikir, sehingga dia ogah, atau MALES sekali kalau harus baca pemikiran orang lain yang menurut dia gak pinter2 amat.

Orang cerdas itu menghabiskan banyak waktu untuk bermalas-malasan, mengkhayal, dan berpikir. Berbeda dengan orang yang biasa2 saja, yang lebih suka dengan aktifitas fisik. 

Journal Of Health Psychology 

Palingan kalau membaca, dia mbacanya KOMIK. Tapi pak, saya itu malesnya bener2 radikal, jadi saya bahkan bener2 tidak pernah membaca komik. Saya kalau lagi ngegabut ya, nontonya aneh2. Sebuah anugerah dari internet kata dia. Baraya saya juga harus sampaikan bahwa orang cerdas itu karakternya juga seneng dengan hal2 yang cabul, setidaknya untuk pribadi dia. Jadi baraya, baraya gak usah ngeles, kalau baraya itu cabul. Tapi ngomong2 ngapain juga pertanyaan itu harus disampaikan kepada saya? Saya ini secara jujur tidak banyak memiliki kriteria sebagai orang2 cerdas. Bahkan saya itu, ini pengalaman pribadi ya, saya dulu penasaran ingin tahu hasilnya, ternyata adalah 66. Skor IQ saya itu 66, buset... itu otaknya moron. Tapi kan, itu saya anggap bohongan, masak tes IQ saya segitu. Setahun berjalan kemudian ada test IQ mandiri lagi, kemudian saya ikut test lagi, kemudian hasilnya saya lebih terkejut lagi. IQ saya adalah 33 taraaaa.... sudah selevel sama simpanse. Jadi saya itu tidak cerdas2 amat, jadi saya itu bisa menghibur diri baraya, karena simpanse terbukti dalam penelitian di jepang. Dalam kadar tertentu simpanse itu lebih cerdas dari manusia. Jadi saya gak malu2 amat lah, walaupun saya mirip simpanse, mereka kan juga lebih cerdas. Ya walaupun perawakan saya lebih mirip gorilla daripada simpanse. Tapi apapun itu, karena baraya sudah mengajukan pertanyaan itu.  Saya akan mengajukan jawaban yang bener2, saya meyakinkan akan menginspirasi baraya untuk menjadi orang genius dan orang cerdas. Setelah baraya nonton video ini, kecerdasan baraya akan meningkat.


---

Baraya, kalau baraya mengikuti pendapat saya, apa yang dimaksud orang cerdas? Orang cerdas itu menurut saya orang yang mampu menyerap informasi, kemudian mengolahnya, dan mengaplikasikanya. Kemudian apa yang dimaksud dengan pintar? 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...