Langsung ke konten utama

Bagaimana Karakter Perempuan? | Catatan Guru Gembul 568

Laki2 memang memiliki stereotype sebagai makhluk yang doyan selingkuh. Dan sampai tahun kemarin kita telah mengetahui bahwa data2 statistik telah mengafirmasi, stereotype yang dimaksud itu, bahwa laki2 memang doyan selingkuh. Kalau misalkan kita melihat, platform selingkuh dunia, ashley maddison sebelum dia sempat dihack itu, dia sempat mengeluarkan sebuah data bahwa anggotanya itu laki2 yang berselingkuh itu sekitar 31juta manusia, sedangkan perempuan hanya 5.5juta manusia. Dan disitu dari 5.5juta wanita yang selingkuh pun, itu kebanyakan adalah akun fake, akun bot, yang digunakan untuk memasarkan. Sisanya sebenarnya perempuan aslinya itu jumlahnya sangat sedikit. Kemungkinan cuma puluhan ribu, atau belasan ribu saja. Dari data2 itu, fix, bagaimanapun laki2 itu doyan selingkuh. Bahkan saya pernah buatkan videonya, kenapa gen laki2 itu selingkuh, penjelasan ilmiah. Kalau laki2 yang anunya besar, itu biasanya cenderung selingkuh, sedangkan laki2 yang anunya kecil, itu biasanya cenderung berpoligami.  

Tetapi luar biasanya adalah beberapa tahun ini para ilmuan telah mengkoreksi, berbagai pengetahuan tentang ini yang kecenderunganya bahwa perempuan jauh lebih mudah melakukan perselingkuhan, daripada laki2. Datanya ada dan mengejutkan. 

Kalau misalkan kita lihat, jauh2 lah sebelum ke data, baraya klik di google, kata kunci kepergok selingkuh. Maka baraya akan melihat perempuan yang kepergok selingkuh, sebagian besar. Kalau baraya masukkan kata kunci yang sama ke tik tok atau ke short youtube, maka bagian cerita2 teratasnya adalah perempuan ketahuan selingkuh. 2.00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...