Langsung ke konten utama

Ramadhan dan Puasa | Catatan Guru Gembul

 

Oke Brother, saya tu kan muallaf ya. Saya juga mempelajari ilmu islam, dan kita menjelang bulan ramadhan. Tapi setiap kali menjelang bulan ramadhan, itu banyak sekali berita2 yang wadidaw... itu kan dimana2 ya? setiap tahun. 
Contohnya, benar tidak nih? kalau misalnya warung itu harus ditutup, supaya tidak kelihatan orang makan. 

Enggak buka aja, enggak apa2. Kan sebenarnya kita itu di bulan Ramadhan itu banyak juga yang tidak puasa. Mungkin 30persen, 40persen, mungkin bahkan 50persen orang Indonesia gak puasa, karena alasan yang wajar gitu dan bermacam2. Misalkan, yang non muslim aja, di Indonesia antara 11 sampai 12 persen. Itu kan? berhak juga untuk makan dan minum, terus wanita lagi haid. Kan kita peta nya piramida ke bawah, berarti anak2 itu banyak, bayi itu banyak. Dan kita butuh asupan makanan, yang tentu saja dengan begitu, yang tidak berpuasa karena hak tidak berpuasa itu banyak sebenarnya. Karena itu warung2 dan sebagainya cukup disesuaikan saja, gak usah ditutup. 

Tapi ini, korden ditutup, biar tidak kelihatan orang makan.

Itu sebenarnya sopan santun aja, itu aib. Jadi kalau kita batal itu aib, jadi biasanya yang masuk situ, yang minta itu ditutup. Jadi yang masuk ya, bukan yang punya warung ya, karena takut ketahuan. 

 

Abu Yazid Al Bustomi
.

Tetapi di Zaman dulu tu, ada satu ulama, ulama ini sangat kontroversial, dan pernah mendapatkan hal yang serupa dengan kita zaman sekarang. Namanya itu adalah Abu Yazid Al Bustomi. 

Itu kontroversial sekali, bahkan sampai sekarang tu, keulamaanya itu masih kontroversial. Apakah dia sesat atau tidak. Tapi suatu kali dia diundang ceramah ke baghdad, dia itu dari luar. Nah ketika dia ceramah ke baghdad itu, di waktu itu di bagdad itu sedang ada gejolak politik besar, dimana ada kelompok, diantaranya adalah kelompok hanabilah atau kelompok yang semacam itu, pada waktu itu yang ekstrim. Yang di luar pendapatnya itu digebukin, ada yang seperti itu. Nah Abu Yazid itu, dia dari perjalanan jauh, dia diundang ke baghdad. Masuk di kota baghdad, di bulan puasa, dia cari warung nasi. Warung nasinya, milik orang YAHUDI. Dia makan disitu, terus ketahuan sama orang2 yang itu (tadi, kelompok hanabilah atau yang semacamnya, pada waktu itu). 

Di tarik keluar, kenapa kamu makan?
Ya kenapa memangnya saya makan? gak papa. Digebukin disitu, sampai berdarah darah, sampai bonyok, terus dia ditinggalin begitu saja. Terus beberapa muridnya setelah luang itu, dia masuk ke dalem, pak kok digebukin diam saja sih? Ya emang kenapa? cuma masalahnya kenapa bapak makan di bulan puasa? 

Terus dia bilang, saya kan tidak melanggar syariat apa pun? Kok saya digebukin? lah bapak kan melanggar syariat, kan bapak kan, makan di bulan puasa.
Saya kan dalam perjalanan...musafir, ya boleh dong saya buka. 

Lha terus kenapa makanya di orang YAHUDI, ya yang buka cuma orang Yahudi dan orang Kristen. Makanan ahlul kitab itu kan boleh kita makan. Jadi tidak ada satupun yang melanggar syari'at, yang dia perbuat. Kenapa dia digebukin? Nah jadi kisah ini itu sama seperti realitas di zaman sekarang. Jadi banyak orang2 yang sah untuk tidak puasa, tapi dihakimi, tapi dihujat. Karena dia dianggap sebagai orang yang tidak menghormati bulan puasa. 

Bahkan ricecookernya diambil...
Nah itu yang ngambil ricecooker itu yang batal puasanya.

Yang membatalkan puasa, yang membatalkan pahala puasa itu adalah amalan2 hati. Misalkan ngejelekin orang, atau misalkan iri dan sebagainya. Nah termasuk orang yang paling batal puasanya itu adalah orang yang RIya- Orang yang pingin kelihatan dirinya puasa. Jadi kalau misalkan heiiii hargai dong kami yang berpuasa. Nah itu yang batal, karena dia ngomong. Ya gak usah diomongin, kan puasa itu amalan yang cuman dirinya saja dan Tuhan yang tahu. Dan gak ada orang yang tahu, dia mau batal atau enggak. Misalkan dia bisa makan sembunyi2, dia bisa minum sembunyi2, jadi batal dan endaknya itu urusan dia dan Tuhanya. Makanya banyak diantara orang2 muslim itu yang berpuasa, tapi gak dapat pahalanya, karena memang itu sepenuhnya adalah urusan pribadi. 


Kalau misalnya ada warung yang nutup korden, karena untuk menghargai orang2 yang puasa, gimana donk? 

Jadi intinya adalah  

  • Kalau orang yang dimaksud itu berinisiatif melakukan seperti itu, dipersilahkan. 
  • Kalau misalkan dia menutup untuk menutupi aib orang2 yang tadi makan disitu juga, itu silahkan juga. karena apa?

Puasa itu gak bisa dihakimi sama pihak lain. Kalau sholat, masih mungkin dihakimi sama pihak lain. Lhu sholatnya gak boleh gini, tapi gini.. itu misalkan ada perbedaan fiqihnya, jadi masih mungkin. Jadi kalau misalkan puasa, itu urusanya adalah dirinya sama Tuhanya saja, jadi orang lain tidak boleh ikut campur urusan itu. Kalau misalkan orang lain ikut campur urusan itu (justru) dia yang batal puasanya. Jadi misalnya kan banyak.. tolong warung2 tutup, karena menghargai kami yang sedang berpuasa. HARGAI kami yang sedang berpuasa. Nah itu sudah masuk dalam kategori bahwa dirinya terlihat sebagai orang yang puasa, dirinya sudah minta minta dihargai. Kan HANYA orang yang tidak terhormat yang minta dihormati kan. Secara logika, hanya orang yang kurang berharga yang minta dihargai. Kalau misalkan orang yang sudah sangat dihargai, orang yang sudah sangat hebat, dia tidak minta pengakuan.

Oke.. saya mengerti, tapi kan kejadian seperti itu kan terjadi. Sampai ricecooker diambil. Kalau minta warungnya ditutup saja, itu sudah membatalkan puasanya, tapi kalau ricecookernya diambil, 

itu sudah dosa. 

Itu kan sudah gak ada hubunganya antara puasa dan gak puasa. Mau puasa atau enggak, itu sudah salah itu (ngambil rice cooker).

 

Kehilangan Spiritualismenya
.

Ini muncul itu, gara2 fenomena kaum muslimin zaman sekarang itu kehilangan spiritualismenya jadi pindah ke legalismenya. Pindah ke RITUAL dan menjauh dari SPIRITUAL. Karena kaum muslimin kesana, mereka jadi menghakimi sesuatu yang terlihat. BUKAN sesuatu yang tidak terlihat, padahal puasa atau ibadah2 yang lain secara keseluruhan itu adalah terkait dengan hal2 yang tidak terlihat. 

Itu kan iman kan? 

Ya jadi karena itu iman, jadi sesuatu yang tidak terlihat kan? 


 

Kisah Abu Yazid Kontroversial
.

Ini ada yang Ekstrim, dari yang saya ceritain tadi, dari Abu Yazid Al Bustomo, itu kenapa dianggap sebagai orang yang kontroversial, salah satunya diantarnya karena dia pernah berdoa seperti ini, di depan murid2nya. Dan dia sering melakukan doa seperti ini, 

Tuhan tolong masukkan saya ke neraka, doanya seperti itu. Kemudian besarkan tubuh saya disana, sehingga tidak ada lagi orang yang bisa masuk kesana. Jadi doanya gitu. Ini kan kontroversial, di satu sisi, oh ini tingkat spiritualnya sudah tinggi nih... dia sudah gak mikirin surga, gak mikirin neraka, dia sudah mikirin cinta kasih, mikirin orang lain. Gimana caranya agar orang lain itu tidak mendapatkan murka ilahi. Kan neraka itu dalam pandanganya dia bukan wadah besar yang orang dicelupin disitu, tapi dalam pikiran dia, yang dimaksud dengan neraka adalah amarah TUHAN. Amarah TUHAN sesuatu yang manusia itu tidak baik, maka manusia itu harus berada di sana. Surga itu adalah Cinta Kasih Tuhan, biar manusia semuanya itu mendapatkan cinta kasih TUHAN, amarah Tuhan ke saya aja. Semuanya ke saya aja, biar semuanya mendapatkan cinta kasih Tuhan

Makanya.. di satu sisi, di sisi spiritual, ini orang levelnya sudah tinggi banget. Karena sudah tidak ada surga, tidak ada neraka, karena yang terpenting adalah cinta kasih tuhan. TETAPI secara legalis, ini melanggar perintah Tuhan. Kan dalam perintah Tuhan itu, kamu harus berharap sesuatu yang baik2 saja. Nah di zaman Abu Yazid Al Bustomi itu relatif seimbang, orang yang PRO sama dia dan yang KONTRA sama dia itu relatif seimbang. Nah sekarang, karena sekarang itu dunianya legal/terlalu legalis. Jadi agama itu jadi terlalu legal, maka dunia yang spiritual yang seperti ini, hilang atau kurang.


Konteks Intelektual
.

Kenapa sekarang agama konteksnya bisa menjadi LEGALIS dan RITUAL?

Ceritanya sebenarnya panjang, TAPI di DUNIA Islam, itu ada sebuah bencana besar. Jadi di Dunia islam itu, awalnya itu INTELEKTUAL, dari Abad ke tujuh, sampai abad ke 10, itu semuanya adalah agama itu dipahami sebagai sesuatu yang INTELEKTUAL. Makanya Science maju di dunia islam. LUAR biasa maju, karena apa? karena pendekatanya itu adalah Science. 

Jadi bahkan terjemahan2 AL KITAB, yang berbahasa arab itu banyak sekali di Baghdad. Bahkan gereja2 itu didirikan di Baghdad itu sampai jumlahnya sampai 161, di dalam sebuah kota saja.  Gereja di pusat kekhalifahan Abbassiyah. Dan pemerintahan Abbassiyah pada waktu itu sebulan sekali ngundang ahli agama dari berbagai agama, untuk diskusi disana, bukan debat, tapi diskusi, ngobrol tentang agama. Dan cetakan2 TRIPITAKA, kutipan2anya, weda dan sebagainya berkembang pesat disana. Untuk apa? untuk diambil ilmu pengetahuanya. 

Jadi lebih toleran donk?
Iya.. pada waktu itu iya,
Loh kita mundur hari ini? Iya tapi pada waktu itu. 

Terus ada kejadian, ada satu kejadian, dimana Kelompok yang terlalu toleran, yang terlalu liberal itu, itu menguasai pemerintahan dan menginjak2 kelompok yang radikal. Itu diinjak2nya berlebihan. Bahkan ada ulama pada waktu itu namanya AHMAD bin Hanbal, murid terkemuka Imam Asy Syafi'i, itu dipenjarakan. Dipenjara dan digebukin, parah banget pada waktu itu.
Nah ini membangkitkan rasa amarah, dan kemudian terjadi pertikaian besar2an. Ketika pemerintah ganti haluan politik, umat muslim ganti jadi LEGALIS. Nah seperti yang sekarang, termasuk yang tadi itu, contoh yang tadi itu. 

Imam Ibnu Jarir Ath THobari itu dibunuh, gara2 berbeda pendapat. 

Imam Bukhori, yang sangat terkenal di dunia hadits, itu diusir dari kampung halamanya. Gara2 beda pendapat, jadi semuanya itu harus (sependapat) akhirnya Jadi kerusuhan baghdad itu habis2an disana, gara2 itu. 

 

Konteks Spiritual
.

Nah gara2 itu.. maka di dunia islam itu dari abad 10 sampai abad ke 18 itu masuk ke dunia yang sepenuhnya spiritual. Jadi yang penting mah mengaji, yang penting mah sholat, puasa, apa... gak usah mikirin orang. Yang paling penting mah, diri kita, hati kita. Makanya buku2 yang paling terkemuka disitu adalah buku2 yang berhubungan dengan tasawuf. Jadi maksudnya dunia intelektual itu tergeser. Gak usah belajar ilmu duniawi, yang penting ilmu akhirat. Nah disitu ada sekularisme atau dikotomi di dalam dunia islam. NAH.. tapi dunia spiritual itu semakin kesini semakin melenceng, ke dunia perdukunan. SPIRITUAL kan deket sama paranormal kan? Jadi ceritanya gini, Jadi ceritanya gini.

Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, itu seorang ulama yang sangat besar. Tapi tulisan2 tentang Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, dia berubah jadi...

  • dia bisa terbang,
  • dia bisa melipat bumi,
  • dia bisa ngobrol dengan orang mati,
  • dia bisa menghidupkan orang yang sudah lama meninggal dan sebagainya, 

Yang nulis ini siapa?

Murid2nya yang in absensia. Murid2nya yang tidak pernah ketemu sama dia, yang hidupnya beberapa generasi, tetapi ngakunya muridnya, lalu menuliskan cerita2 itu. Akhirnya jadi seperti fiksi ? iya... Nah inilah kemudian, dunia islam itu jadi semakin hancur, karena semuanya jadi ke perdukunan. Pas generasi awal yang tasawwuf itu adalah yang penting hati yang bersih, yang penting hati yang tulus, hati yang penuh cinta, penuh kasih, itu pindah, bergeser, kalau hati kamu itu tulus, hatinya kamu ikhlas, kamu akan mendapatkan pertolongan ilahi. Misalkan seperti itu... Itu bergeser lagi, pertolongan ilahi yang dimaksud itu adalah nanti kalau ada orang yang ngegebuk kamu, kamu jadi gak kerasa, jadi kebal. 

Bukan itu kan? harusnya...?
Bukan itu..

Tapi pada perkembangan selanjutnya bahkan tahun 1200an, umat islam sudah.. nanti kalau kamu baca ritual ini ini ini,, dibacok gak mempan.. nah itu,, abad dua belas kesana itu gitu. Makanya dunia islam yang maju, jadi jeblok gitu. Turki, yang awalnya kuat, melawan eropa menang terus.. itu akhirnya tidak bisa mengembangkan teknologi, akhirnya kalah perang dimana2. Jadi sebelumnya, bagaimana strategi kita ngalahin teothon.. itu kan teothon itu seluruh tubuhnya besi semua. Kalau sekarang.. kita kan anti bacok, sama... cuman kita mah dari ilahi. 

 

Konsep Legalis
.

Nah karena itu, karena yang umat islam jadi ke yang paranormal seperti itu, maka abad ke 18, abad 19 muncul pembaharu2 islam yang kemudian melegalkan islam. Jadi segala sesuatu itu harus legal, karena yang spiritual terbukti melenceng. 

Oh.. jadi akhirnya ke legal, 
Tapi kan? sekarang perdukunan yang menggunakan nama2 Kyai, banyak.

Nah Indonesia itu ada di transformasi, Indonesia itu ada di tengah2nya. Kan Indonesia ketinggalan dalam.... kan kalau misalkan islam, kiblatnya harus di Timur Tengah, kita ketinggalan. 

Jadi maaf ya, saya ngomong Kyai ini oknum ya. 

Jadi misalkan tentang hijrah, kita memulainya itu bukan yang dari dalam (inside) tapi dari luar.  Pakaianya yang pakai gamis, berarti itu hijrah. Orang yang putus asa itu, mudah percaya. Orang yang dalam tanda kutip, sakit itu.. mudah percaya. Bahkan orang yang sangat rasional, kalau misalkan ada di dalam kondisi tertentu, yang sangat emosional, kita bisa berubah drastis. 

Sir. Conan Doyle
.

Beliau itu orang yang sangat rasional. 19.09

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...