Langsung ke konten utama

Psikologi tentang Perempuan | Catatan Guru Gembul 122

 

Pak please.. saya sudah jomblo dan tidak kuat jomblo terlalu lama. Ini gimana? cara nakhlukkin cewek?  Buat baraya yang tidak suka dengan kajian2 recehan, silahkan langsung diskip aja, gak papa. TAPI buat baraya seorang suami yang istrinya bahagia, atau seorang jomblo yang pingin dapetin cewek, silahkan tonton episode ini sampai tuntas. Dan sebagarkan di teman2 jomblowan2 di seluruh dunia, yang masih berjuang tetapi gagal sampai sekarang. 


Baraya banyak pria itu yang menuduh, wanita itu susah sekali untuk dipahami, susah sekali untuk dijelaskan. Bahkan ada sebuah meme untuk memahami seorang perempuan harus baca buku yang sedemikian tebalnya. Sebenarnya tidak begitu baraya, ada beberapa prinsip yang memang berbeda antara laki2 dan perempuan. Dan karena perbedaan itu biasanya si laki2 menjadi sulit paham, tentang bagaimana si perempuan itu. Saya juga gak paham2 banget. Bahkan kalau baraya suka sama orang yang suka meramal zodiak dan lain sebagainya, kemungkinan untuk meramal perempuan dan laki2 itu lebih susah karena mereka lebih punya karakter yang lebih beragam, dan cara mengekpresikan yang lebih beragam. TAPI spesial bagaimana untuk mendekati cewek, akan saya sampaikan tiga prinsip dasar tentang cewek, dan bagaimana cara menakhlukkanya. 

Yang pertama bahwa cewek itu menganggap dirinya berharga, penting, indah, sehingga dia tidak mau mencintai orang yang tidak mencintai dirinya. Dan inilah motif dari prinsip cowok harus nembak duluan. Bagaimana cowok itu harus nembak duluan? karena cewek itu harus tahu cowok mana? yang menghargai dan mencintai dirinya. BUKAN cewek itu mencintai orang lain, bukan. ADA COWOK... tahu darimana cowok itu mencintai dirinya? nyatain. Makanya sampai tahun 2020 pun kebiasaan cowok yang harus nembak ke cewek itu tidak berubah. 

Prinsip kedua, karena si cewek lah yang narsis, yang pingin dicintai. Dia akan mencintai siapapun yang mencintai dia. Maka si cewek itu harus mencintai cowok yang mampu memenuhi kebutuhanya. Maksudnya bukan cewek itu matere.. tapi cewek itu butuh orang yang mencintai dirinya. Dan cinta itu bukan cuma nyablak, bukan cuma ngomong. Jadi banyak cowok zaman dulu, merintih, sedih, kesel. Dasar CEWEK matere.. saya akan katakan, bahwa hanya cowok kere yang bilang cewek matere... KENAPA? karena begini baraya...  Cowok itu tidak punya cinta kalau dia hanya di mulut saja. Kalau cinta hanya di hati namanya HALU. Kalau cinta diomongin, namanya GOMBAL, Cinta itu butuh manifestasi, perwujudan, penjelasan. JADI misal begini..... rafi ahmad itu kaya raya, akibat dari USAHAnya yang super keras untuk mendapatkan DUIT. Kemudian dia serahkan duit, istrinya dibuatnya makmur semakmur makmurnya. Apakah si ceweknya bahagia? iya... Apakah bahagianya karena matre? BUKAN karena matre. TAPI Gini.. si Rafi Ahmad mengeluarkan usaha yang besarr untuk mendapatkan uang, dan uangnya dikasihkan ke istri. BUKAN NOMINAL UANGNYA tetapi si Rafi Ahmad memberikan nominal yang berharga untuk istrinya. KESIMPULANYA bahwa istrinya jauh lebih berharga daripada yang diberikan si Rafi Ahmad kepada Istrinya. Gitu ya.. prinsipnya.

 

POIN ketiga dari prinsip pertama bahwa cewek itu narsis, bahwa dia mencintai dirinya, mencintai orang yang mencintai dirinya. Maka cewek itu gak butuh cowok ganteng. Bahkan cowok ganteng itu cenderung jadi ancaman buat cewek. Cewek akan menghayalkan cowok ganteng misalkan, cewek akan histeris ketika melihat cowok ganteng. Oke.... Tapi ketika si cowok mendekatinya, ketika menjalin hubungan personal, maka si cewek itu menjadi sangat ragu. KENAPA? penjelasanya begini baraya, ini sesuai prinsip yang pertama tadi. Pertama itu, cewek itu sangat detail soal penampilan, sangat perfectionist terhadap penampilan. Ketika dia melihat cowok ganteng, dia akan mengukur dirinya sendiri. Dia gak butuh cowok ganteng, dia butuh dirinya yang CANTIK. Dia gak butuh cowok yang menarik perhatian, dia butuh dirinya yang menarik perhatian. 5.00

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...