Langsung ke konten utama

Dakwah Dalam ISLAM | Catatan Guru Gembul

 

Kalau dakwah ternyata tidak bisa disampaikan kepada orang, dengan sekali langsung diterima, itu berarti gagal dakwahnya.

Pentingnya menyiarkan risalah agama dan menambah ilmu pengetahuan agama untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual di dalam lingkungan sosial bermasyarakat. 

Ini berarti yang bikin judul ini gagal dakwahnya... :) Kalau teksnya ditutup ada yang hafal gak? enggak. Nah ini adalah satu bukti kegagalan dakwah. 

 

Teman2... begini. Waktu Nabi berdakwah, itu lebih (banyak gagalnya) daripada berhasilnya. Waktu dakwahnya hanya lisan saja. Itu ternyata yang bisa masuk ke dalam islam itu cuman 1000 orang, dan setengahnya itu adalah yang hubunganya dekat dengan nabi. Keluarganya, Sahabat kecilnya, Budak yang dibebaskanya, pokoknya yang dekat2 gitu. 13tahun, itu cuman dapat 1000 orang. KENAPA seperti itu? karena dakwahnya lisan, ngomong. Dan itu pun sudah dibimbing wahyu, dengan apa, udah dengan kecerdasan yang hebat, dengan kemampuan retorika yang baik dari Nabi. Udah dengan ini itu dan sebagainya, dapatnya cuman 1000 orang, itupun sambil dibully, itupun sambil di intimidasi, diancam pembunuhan, diusir dari kampung, diboikot dan sebagainya. KARENA apa? karena dakwahnya lisan saja. 

TAPI kemudian, nabi melakukan dakwah yang lebih, karena memang ada kesempatanya. Dengan apa? dengan perang, dengan menyebarkan, dengan dan yang paling penting dari semua itu, dengan PRESTASI. Jadi Nabi itu bertemu dengan orang2 arab, yang kebanyakan ... seperti ini...

Udah pernah denger gak? dakwahnya Nabi Muhammad?
Udah...
Masuk akal gak? Bahwa Tuhan itu Esa, dia tempat bergantung segala sesuatu. Tidak diciptakan....
ya memang.. masuk akal.
Mau masuk islam gak??

Jadi maksudnya, kebanyakan orang arab, termasuk Amr bin Ash, yang salah satu sahabat dengan kontribusi yang sangat significant. Beliau itu baru masuk islam, tahun 8 hijriyah. Artinya tiga tahun sebelum Nabi wafat, baru masuk islam. TAPI langsung jadi Gubernur Mesir. Tapi kenapa?
Sebelumnya dia sudah tahu dakwah islam itu seperti apa?
Sudah mengerti Nabi itu masuk akal dakwahnya, 


Konsepsi Islam itu sudah menyerap di dalam dirinya. TETAPI kenapa? belum masuk islam? Masuknya islam nunggu sampai akhir? Kata dia itu, kalau Nabi Muhammad itu Nabi beneran, Kalau dia dibimbing oleh Tuhan yang beneran, Kalau dia itu memiliki visi yang beneran, maka dia pasti akan berhasil dalam visi nya. Kalau dia gagal, maka itu berarti membuktikan bukan Nabi beneran. Yang mengutusnya bukan Tuhan beneran, dan segala motifnya, juga kayaknya bohong2an. Karena apa? karena gagal... Kalau berhasil, itu berarti bukti otentik kalau dirinya itu memang dibimbing oleh TUHAN. Kalau sudah mendapat bimbingan dari Tuhan, dunia menjadi sebuah kepastian bagi dirinya. SUDAH pasti.. visi misinya sudah pasti. Karena sudah pasti, tungguin dulu. Apakah dia mampu menakhlukkan orang2 mekah? Tungguin dulu, apakah orang2 thoif yang sebelumnya melemparinya dengan batu itu akan taubat dan masuk islam? Tungguin dulu, apakah orang2 di jazirah arab yang sangat besar itu, yang kabilah2 nya ada dimana2, itu akan menerima risalahnya atau tidak. Tungguin aja dulu, kalau bisa, saya masuk islam pada waktu itu juga. Kalau enggak, yaudah saya gak akan rugi, karena saya tidak mengikuti Nabi yang Asli. Makanya, beliau masuk islam pada tahun 8 Hijriyah. 

Tahun 8 Hijriyah itu setelah Fathul Mekah, Setelah Perjanjian Hudaibiyah, Setelah ribuan orang masuk islam dan sebagainya. Dan ketika Nabi Muhammad wafat, itu umat muslim ada sekitar 125ribu orang. Dari 125ribu orang itu, 1000 diantaranya didapatkan dengan dakwah dengan lisan selama 13tahun. 10 Tahun di Madinah, itu dengan membangun sebuah sistem, membangun militer, membangun pemerintahan yang solid, Ketika melihat ada pembuktian disitu, maka itu adalah DAKWAH yang SESUNGGUHNYA. 

Kemudian, dilihat dari judul ini, ada temen saya yang mengalaminya. Jadi temen saya itu mualaf, gara2 apa? gara2 melihat konsepsi islam itu kok sempurna ya? Bahkan untuk berita2 tertentu saja, verifikasinya itu detail. Itu membuktikan bahwa itu detail sekali verifikasinya. Diakui kebenaranya dari sanad. Berbeda dengan ajaran2 yang ada di agama lain, yang kita tidak mengurus ini kata2 dari orang yang dimaksud atau bukan. 11.30

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...