Langsung ke konten utama

Sejarah Musik | Catatan Guru Gembul

Sebenarnya gini, kenapa? di Islam tiba2 mengharamkan musik? Jadi seperti yang di episode awal, kita mulai membahas yang dari sisi ilmiah dulu. Karena kalau ilmiah itu susah dibantah. Di dunia ini, musik itu adalah salah satu kebudayaan universal. Mau bahasanya apa? mau tempatnya dimana? mau orangnya kayak gimana? dia pasti menghasilkan kebudayaan itu. Jadi misalkan pernikahan

  • mau gimanapun caranya, 
  • mau gimanapun bentuknya, 

pernikahan itu selalu ada di setiap bangsa yang saling mengenal satu sama lain, maupun yang saling TIDAK mengenal satu sama lain. 

 

Contoh yang lainya itu musik. MUSIK itu ada dimanapun, di seluruh dunia, mau kebudayaannya (modern). Mau kebudayaanya sangat primitif, mau kebudayaanya sampai menghasilkan peradaban yang sangat tinggi, MUSIK itu ada.

Kalau ada sebuah kebudayaan yang ada di seluruh dunia,dan kebudayaan itu tidak saling kontak satu sama lain, tapi sama2 menghasilkan SENI, maka kita harus curiga bahwa budaya itu terkait dengan unsur2 biologis. Jadi bukan unsur budaya yang sosial. Jadi kalau misalkan ada budaya ada itu karena masalah2 sosial. Tetapi kalau ternyata semua bangsa di dunia kompak untuk bikin, satu kebudayaan yang sama atau wujud kebudayaan yang sama, dalam hal ini adalah musik, maka kita haru curiga pada hal2 yang biologis. Berarti selama ada wujud manusia, yang secara biologis ada wujud2 manusia, maka dia akan memunculkan musik. 

 

Nah kenapa juga? harus ada musik? kalau kita lihat dalam hal sejarah. Musik itu sudah ada jauh2 hari sebelum manusia beradab, sebelum manusia bikin kerajaan, sebelum manusia bikin apapun, manusia sudah bisa bikin musik. Makanya sampai2 para ilmuan itu berdebat hebat tentang duluan mana? bahasa dengan musik? Bahasa itu landasan dari seluruh kebudayaan. Jadi manusia bisa berbudaya itu karena manusia bisa berbahasa. Tapi bahasa itu, banyak yang memperdebatkan, jangan2 didahului oleh musik. Kenapa seperti itu? karena kebanyakan kata2 dalam bahasa manusia itu mungkin saja adalah variasi dari musik. MISALKAN, ini untuk bahan perdebatan, tetapi kita misal orang SUNDA. Orang sunda itu kalau ngomong berirama. Para ilmuan bingung, jangan2 bahasa Sunda itu muncul justru karena ada seni musik. Sebelum mereka berbahasa, mereka bisa bermusik. Jangan2 alat komunikasi manusia, sebelum bahasa itu adalah musik. Atau bahasa yang lebih ekstrim lagi, darwin, menganggap bahwa musik itu panggilan untuk kawin, panggilan seksual. Para ilmuan menganggap bahwa musik itu cikal bakal kebudayaan. Jadi kalau kita misalkan sekarang menganggap musik itu hanya sekedar seni, buat  panggung dan sebagainya. Para ilmuan berdebat hebat, musik itu duluan bahasa atau tidak. Jadi 4dari lima alat musik tertua itu suling bentuknya. JADI tulang.. dikasih lubang, jadi suling. Ada kemungkinan alat musik yang lain yang lebih tua. 

 

Musik itu terindra dengan cara yang sangat aneh, dibandingkan dengan cara yang lain. Kalau dilihat dalam terjemahan bahasa arab, musik itu artinya mengalihkan atau melenakan. Nah kenapa seperti itu? karena gini, kalau kita perhatian pada satu titik, maka titik itu akan dikontrol sama kita. Musik itu masuk ke dalam otak, sebelum otak mengizinkanya. Makanya kalau ada musik yang bagus, kita itu joget2 sendiri. Si Otak tidak mengizinkan kita untuk bergerak, tapi belahan otak yang lainya.... musik itu masuk ke otak sebelum... Dan musik dan suara itu adalah untuk menghipnosis, pakai suara, pakai irama. Makanya nanti al kindi, filosof muslim tetapi kita jarang tahu bahwa dia itu dokter musik.  14.00


Suci sama dengan lagu, dasarnya adalah pensucian diri, itu adalah bagian dari ritualnya. Makanya tadi yang saya bilang itu, musik itu sejak awal pasti berkaitan dengan ritual dan spiritual, itulah yang menjadi masalahnya. Misalnya musik syailendro itu, berasal dari dinasti syailendra. Musik terpisah dari spiritual, menjadi seni, itu pas jaman kapan? pas jaman islam. Makanya yang menciptakan dhoremifa shol itu zaman islam. Misalkan kita runtutkan, sejarah musik itu mulanya di zaman pertengahan. Pas di zaman islam, mereka sebelumnya mengenal musik itu spiritual. TETAPI dihubungkanya dengan realitas sosial. Musik itu di zaman modern, zaman klasik itu dihubungkanya dengan kasta. Misalkan gini, ada gak? yang suka musik POP. Kalangan masyarakat rendah, miskin. Ada kasta yang paling bawah, kasta najis, yang rap, dan yang cadas. Dulu di eropa, bagaimana mengaitkan musik dengan kasta. Jadi masyarakat yang miskin, itu masyarakat yang kurang beradab, maka musiknya ya yang kurang beradab. Ekspresi itu menunjukkan kasta, makanya di zaman dahulu, orang kaya ditunjukkan sebisa mungkin ada ekspresi yang tidak berlebihan. Maka muncul musik klasik. Makanya RAP itu awal mulanya adalah musik hujatan. RAP itu artinya kan ketukan, jadi saya marah dikasih ketukan. Dari awal sampai akhir itu ketukanya sama, yang fokus dari rap itu adalah hujatanya. Melampiaskan sesuatunya, marahnya. EKSPRESI dari melampiaskan sesuatunya. Makanya seperti itu. 

 

MUROTAL juga musik kan? Karena musik itu berhubungan langsung dengan psikologi orang. Jadi kalau kita bikin musik tertentu, nah itu misalkan kalau denger lagu tentang perang, itu memang naik semangatnya. Si musik itu, dia masuk ke dalam otak sebelum dia permisi. Makanya digunakan untuk segala hal, mulai dari hipnosis, mulai dari pengobatan. Itu sembuh, AL KINDI itu bisa menyembuhkan seseorang dengan musik itu beneran. Nah kalau dengan cara itu diharamkan, haramnya dimana dulu.


Jadi apa yang dimaksud dengan musik? secara definitif mereka berdebat. Saya ngomong seperti ini berirama bisa masuk kategori musik. Ulama itu dulu berpandangan yang dimaksud dengan musik itu yang panjang, yang meliuk2, yang ada lirik dan sebagainya kemudian itu diharamkan kalau misalkan pakai...... Sebenarnya dalam musik itu kaidah2 ushul fiqh itu secara pribadi agak komplain. Misalnya.. dalil khusus itu.... 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...