Langsung ke konten utama

Nalar Analitis | Catatan Guru Gembul 447

 

Seperti yang baraya ketahui, bahwa saya itu sempat membuat video tentang PKI, juga tentang KOmunisme secara umum, dan lain2 semacam itu. Nah disitu, saya jelaskan bahwa PKI itu, atau komunisme secara umum itu tidak bisa kita fahami sebagai sesuatu yang sepenuhnya jahat, atau sesuatu yang sepenuhnya baik. Kita harus melihatnya ke dalam kacamata yang lebih objektif. SAMA seperti ideologi lain yang dibuat oleh manusia seluruhnya, maka ada bagian2 tertentu bahwa dia adalah solusi, ada bagian2 yang lain bahwa dia itu bengis luar biasa. Kan seperti itu, oleh karenanya tokoh2 itu tidak bisa sepenuhnya kita salahkan. Ada tokoh PKI yang kurang ajar banget, tapi ada tokoh PKI yang justru orang yang baik. BEGITUPUN KOMUNISME di seluruh dunia seperti itu. 

Nah ketika saya menyampaikan hal seperti itu, ada seseorang subscriber lama. Subscriber lama itu kalau di komen itu selalu menyanjung2 saya, memuji2 saya, tetapi ketika saya mengupload video tentang komunisme itu yang dia katakan saya membela2 komunis, maka dia mendeklarasikan unsubscribe, kemudian dia marah2 luar biasa, saya semakin kesini semakin aneh, pikiranya terlalu liar. Masak PKI dibela bela in? dan lain sebagainya. Biasa2 aja sih, kan dinamika di Channel ini cukup kuat. TETAPI yang uniknya itu adalah kemarin2 dia melontarkan sebuah komentar. 

KOMUNISME itu tidak sepenuhnya jahat, itu contohnya RUSIA. Rusia itu membela umat islam. Dan dia tidak lupa menyanjung2  china yang katanya sekarang sudah melakukan pertobatan.... dia menjadi amnesia tiba2 dia melupakan muslim uighur, dsb. SEKALI lagi ya, saya tidak kesal, kalau dia unsubscribe, saya kesal kenapa populasi orang semacam itu di Indonesia banyak? Orang2 yang masih bangga, ketika dia menjilat ludahnya sendiri, orang2 yang masih bangga ketika dia menjadi follower, menjadi pengikut dari pihak2 dari idol2, yang merekayasa pikiranya sendiri. Kenapa orang2 yang semacam itu banyak di Indonesia tu??


--


Kalau misalkan kita mau runut ya... Kita lepaskan masalah Rusia dan Ukraina. Kalau misalkan kita runut, amerika dan rusia itu bahu membahu untuk membantai umat islam yang ada di suriah. Untuk apa? untuk mendapatkan minyak, disana, tentu saja. Kalau misalkan kita lihat kasus yang sebelumnya lagi, kita akan melihat kasus bosnia dan serbia. Dimana muslim bosnia dibantai dalam sebuah genosida terencana, orang2 serbia. Nah Amerika serikat disitu mendukung bosnia, sedangkan rusia itu mendukung serbia yang membantai umat muslim. TERMASUK putin ada di dalamnya. Kalau perang bosnia terjadi sekarang, lalu apakah...? umat muslim menjadi sangat pro terhadap amerika dan israel gitu? 

 

 

Kita itu seringkali menempatkan keberpihakan kita kepada pihak, dan itu penyakit terbesar kita. Jadi apakah kita harus berpihak kepada US atau kepada UKRAINA? atau kepada RUSIA? Abaikan semua itu. kita harus berpihak kepada siapa pun yang benar. Jadi adakalanya kita harus berpihak kepada US ketika dia melakukan hal yang benar. Ada kalanya kita harus berpihak kepada yang minoritas kalau dia melakukan hal yang benar. Ada kalanya juga kita harus pro terhadap orang2 yang mayoritas kalau dia melakukan hal2 yang benar. Jadi tolak ukur sesuatu itu bukan satu pihak tertentu, tetapi kebenaran itu. Nah itu meniscayakan keberpihakan itu tidak menjadi PERMANENT. 4.08

 

Kita harus berpihak kepada seseorang, dia melakukan hal yang baik atau buruk? itu saja, simple. TAPI ternyata untuk bisa membuat orang2 indonesia itu berpihak kepada kebenaran, itu membutuhkan suatu nalar analitis.  NALAR analitis itu adalah sesuatu yang sangat mewah, sesuatu yang tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat. Jangankan seperti itu, dasar2 dari komunikasi, dasar2 dari logika, banyak dari diri kita yang menimbulkan ketidakfahaman. Jangankan masalah NALAR analitis, masalah diksi, saja kita masih ngeblank. SETIAP orang boleh membaca Al Quran bebas, komentar2nya adalah jangan menafsirkan Al Quran seenak kepalanya sendiri. MEMBACA dan menafsirkan itu beda konsep, kenapa ketika saya mengatakan boleh membaca Al Quran buat siapa saja? dikaitkan dengan jangan menafsirkan? 


Banyak kelas Psikologi yang hanya mengajarkan akomodasi atas naluri dan nafsu belaka. Semisal bagaimana caranya menundukkan lawan jenis. TETAPI tidak dijabarkan apa konsekuensi dan apa tanggung jawab, dan apa yang harus dilakukan ketika kita sudah punya pasangan.
Berapa banyak dari pasangan kita yang menikah dengan membaca beberapa jurnal? Berapa banyak pasangan kita yang mempersiapkan kelahiran bayi dengan buku?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...