Langsung ke konten utama

Isu Lingkungan | Catatan Rocky Gerung

Isu lingkungan itu, pertama kali jadi pembicaraan dunia, kira2 tahun 1962 atau tahun 60an lah. Ketika orang berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian, buah-buahan. Melalui yang disebut pestisida (DDT) Pembasmi hama. Nah itu kira2 tahun 1960an, produksi pestisida terutama oleh Monsanto itu, Perusahaan besar yang menguasai bibit sampai.....

Bibit pupuk, sampai pestisida dunia (dikuasai perusahaan besar) namanya Monsanto. Jadi dia kuasai benih, kuasai kimia tentang racun. Dan dikuasai (pula) cara untuk (menghidupkan) ulang. Jadi monopoli kan? Artinya kalau kita beli dari dia bibit, sebetulnya di dalam bibit itu sudah ada bakteri, Nanti pembasmi bakteri dia juga yang jual. Nah itu (aktifis) lingkungan mulai protes itu namanya dia memonopoli. Perusahaanya Monsanto namanya. 

Cuplikan Video, bisa kalian saksikan disini, temen2.  

 

Di tahun 1962, Ada seorang dosen di Universitas OHIO, di Negara bagian Columbus itu, Namanya Rachel Carson (perempuan). Suatu waktu dia bangun pagi, di Musim semi, dan dia bingung. Kok gak ada burung bernyanyi? Buah2an mulai muncul, tapi burung gak ada? Lalu dia kontak temenya yang ahli kimia. Lalu mereka research... Akhirnya mereka temukan bahwa burung2 itu meninggal semua setelah makan buah2an di banyak kebun, di taman2 di OHIO. Buah2an itu sudah disemprot pakai DDT pembasmi hama. Nah si Burung itu mungkin gak tahu bahwa (mungkin) apel itu sudah disemprot DDT racun. Makanya burungnya, mati. Nah fenomena itu kemudian dia tulis di dalam BUKU, yang judulnya di dalam bahasa Inggris,
(the) Silent Spring

Musim Semi yang sepi,
Buku itu jadi buku heboh satu dunia, diterjemahkan terus. 


Cuplikan Video, bisa kalian saksikan disini, temen2. 

Columbus itu salah satu negara bagian di Amerika. Disitu ada universitas punya pemerintah, OHIO State University (OSU). Banyak orang Indonesia kuliah disitu, saya beberapa kali kasih kuliah umum disitu. Nah biasanya mahasiswa Indonesia, kalau Kos2an disitu, kalau gak ada uang. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...