Saya harus mengkritik ini lebih awal, saya harus bicarakan ini dari awal. Kursi ini sebenarnya agak melanggar egalitarian dalam islam. Bahkan di Zaman dulu itu kholifah kalau dalam kajian2 ilmu itu, ngampar aja. Tapi karena ini sudah disiapkan panitia, jadi saya langgar dulu sementara, etika islamnya, dan saya pindah ke etika islam yang lain. Karena saya dipersilahkanya seperti ini, maka saya seperti ini.
Sejarah peradaban islam itu dimulai bukan dari tanah arab, tetapi dari PERSIA (Suriah). Yang pada waktu itu mendapat pengaruh besar dari ROMAWI. Jadi apa yang dimaksud dengan peradaban? peradaban adalah puncak dari kebudayaan. Masyarakat memiliki unsur2 yang memadai agar dia bisa disebut sebagai berbudaya,
- Dia menciptakan bahasa sendiri,
- menciptakan seni sendiri,
- menciptakan pengetahuan sendiri,
- menciptakan sistem teknologi sendiri
- dan sebagainya.
Misal Apakah orang sunda disebut beradab? Apakah orang sunda disebut berbudaya? Berbudaya karena dia menghasilkan bahasa sendiri yang berbeda dengan bahasa yang lain. Yang menghasilkan tata nilai yang berbeda nilai yang lain. Kalau orang sunda mampu berinteraksi dengan bangsa yang lain, kemudian dia mampu mengakomodasi, bahasa atau budaya yang lain, kemudian menyatu maka dia disebut sebagai peradaban. PERADABAN MESIR KUNO, bagaimana dia disebut sebagai peradaban mesir kuno? ketika peradaban mesir hilir dan mesir hulu menyatu. Disatukan oleh seseorang yang namanya MENES dan disatukan oleh pemerintahan yang sangat kuat. Bagaimana peradaban CHINA disebut, ketika chin shi huang, itu mempersatukan seluruh bangsa2 di China, dalam satu kesatuan, namanya kekaisaran China. NAH peradaban islam, itu baru bisa mengakomodasi budaya2 lain, dan mempersatukanya, itu di SURIAH, dan kemudian di PERSIA. Sebelumnya pas zaman Nabi Muhammad, itu masih berupa KEBUDAYAAN. Jadi bukan berarti islam pada waktu itu belum beradab, tapi unsur2 peradaban pada waktu itu belum ada, karena Nabi Muhammad baru mempersatukan seluruh orang2 arab. Nanti kemudian pengikut2 Nabi Muhammad, para sahabat, para tabi'in dan para tabi'ut tabi'in itu melengkapi risalah Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad dalam hal ini disebut SEMPURNA, sempurna karena bukan hanya mengubah sejarah, ketika beliau hidup, tetapi bahkan pengikut2nya, yang bertemu langsung dengan beliau, dan yang tidak langsung bertemu dengan beliau, itu mempersatukan. Ada tahapan yang tidak bisa diikuti oleh tokoh lain di Dunia. Jadi bukan hanya selama hidup, tetapi setelah kehidupan, estafet perkembanganya berlangsung. Tetapi sayangnya begini, Setelah Nabi Muhammad wafat, bahwa nabi muhammad itu bener2 sempurna, sehingga tidak bisa diikuti oleh orang2 sesudahnya. tidak bisa diikuti orang2 sesudahnya maksudnya apa, Beliau adalah satu2nya orang yang memiliki prestasi duniawi, dan ukhrowi bersamaan, itu gak ada yang menyainginya, bahwa ada satu orang, yang mampu menciptakan satu negara. Kemudian membuat 2 negara, kemudian lebih besar daripada itu,
- bikin syari'ahnya
- bikin. segala rupayanya di satu sisi, dan disisi lain beliau adalah tooh spiritual,
yang berhubungan langsung dengan tuhan, ga ada yang seperti itu, Jadi misalkan, saya mohon maaf ya,
- Shidarta Gautama, tokoh sentral agama budha,
- yesus, atau isa, spiritual saja, bahan muridnya hanya 12, dan dari 12 itu, beberapa di antaranya menghianatinya, jadi buan merendahan nabi isa 'alaihissalam,
tetapi bahwa kita tidak pernah menemukan satupun orang dalam sejarah yang mampu bergerak, dan berdiri di atas dua dimensi yang dalam dua hal bertentangan yaitu ]dunia dan ahirat, Nah makanya ketika nabi muhammad saw, meninggal, abu bakar, merasa tidak kuat, untuk dua2nya sekaligus, bagaimana aranya mengurus negara, dan bagaimana aranya menjaga spiritualisme, karena itu spiritualismenya tetapi diserahkan kepada nabi muhammad, tidak berani berijtihad, tidak berani melakukan apa pun, duniawinya, berani berijtihad,
Nah tetapi setelah Ali meninggal, terjadi pergolakan pemerintahan yang membuat islam bener2 aau berantakan, peradaban islamnya. Didamaikan oleh muawwiyah, yang kemudian mendirikan Dinasti 'Umayyah, tetapi dinasti umayyah ini adalah solusi, di zaman muawwiyah, tetapi bencana di zaman berikutnya. Apa solusi yang ditawarkan muawwiyah,? kan pada waktu itu terjadi peperangan. Setelah ali wafat, oleh kaum khawarij, dunia islam itu bener2 susah sekali untuk membayangkanya, tetapi bener2 kacau pada waktu itu. Nah makanya pada waktu itu mu'awiyyah, bikin deal2an dengan lawan politiknya. Yaitu Hasan, Putra Ali.
Serahkan dulu kekuasaan kepada saya, Insyaalloh saya akan amanah. Yang penting bersatu aja dulu. Maka tahun ini, saya canangkan adalah tahun jama'ah. Kalau kamu bersedia menyerahkan kekuasaan kepada saya, dan orang2 pengikut kamu itu ikut kepada saya, atau setidaknya kalau tidak ikut tidak apa2, tetapi jangan melawan saya. Maka saya jadikan ini sebagai tahun jama'ah. Hasan putra Ali, cucu Nabi, sepakat, deal.. yasudah kalau memang seperti itu. Akhirnya mu'awiyyah berkuasa. Selama 20tahun ke depan. Ini, kekuasaan ini sebenarnya adalah kekuasaan yang diktator, TETAPI tidak ada jalan lain pada waktu itu, karena masyarakat arab tidak mungkin bisa diatur tanpa jalur diktatorian. Nah.. akhirnya Mu'awiyyah memimpin.
Ini seperti yang saya sampaikan di awal, Mu'awiyyah melanggar etika islam,
Komentar
Posting Komentar