Yang paling penting buat manusia itu adalah kebahagiaan, kesenangan. Pendapat ini kemudian dibahas lebih panjang, tetapi hari itu saja. Hari2 berikutnya ya bahasan yang lain lagi. Yang menjawab ini adalah filusuf dari Libya, namanya Aristippos. Aristippos ini tidak terkenal di Libya, karena gagasan2nya terlalu dianggap badaniyah, terlalu duniawi. Jadi ketika dianggap yang paling baik buat manusia adalah kesenangan, maka itu juga tidak terlalu populer. TETAPI berikutnya muncul tokoh filusuf yang lebih terkenal dan lebih besar, EPIkurus. Epi kurus ini lebih dikenal karena lebih mengejawantahkan tentang apa yang dimaksud dengan hedonisme, apa yang dimaksud dengan kesenangan. Bahwa tujuan, atau motif seseorang melakukan semua hal itu seharusnya adalah kebahagiaan. TIDAK seperti yang diungkapkan tokoh sebelumnya, epi kurus bahwa yang dimaksud tidak harus kebahagiaan badaniyah. Tetapi kebahagiaan rohaniyah juga.
Hidup manusia memang harus bersenang2, tetapi untuk mencapai kesenangan manusia harus menghemat kesenangan itu. Saya sangat suka makan... batagor memberikan kesenangan, atau maka dibutuhkan pengendalian, kalau tidak dikendalikan maka batagor yang nikmat itu menghasilkan ketidak nikmatan. Jadi hedonisme itu bukan hanya tentang bersenang2 saja, tetapi untuk mencapai kesenangan salah satu tipsnya, adalah dengan cara mengendalikan kesenangan itu. Bahkan kemudian dilanjutkan oleh sang Epi Kurus, bukan hanya dikendalikan tetapi juga dihemat.
Inti dari HEDONISME adalah memanage kebahagiaan, bukan bersenang-senang.
Jadi sangat berbeda sekali apa yang dikatakan oleh Epi kurus dengan yang sekarang kita bayangkan tentang hedonisme. TETAPI itu tidak masalah murid2 epikurus mengejawantahkan apa yang disampaikan oleh gurunya itu adalah dengan bersenang-senang.
Komentar
Posting Komentar