Langsung ke konten utama

Filsafat Etika Hedonisme | Catatan Guru Gembul


Yang paling penting buat manusia itu adalah kebahagiaan, kesenangan. Pendapat ini kemudian dibahas lebih panjang, tetapi hari itu saja. Hari2 berikutnya ya bahasan yang lain lagi. Yang menjawab ini adalah filusuf dari Libya, namanya Aristippos. Aristippos ini tidak terkenal di Libya, karena gagasan2nya terlalu dianggap badaniyah, terlalu duniawi. Jadi ketika dianggap yang paling baik buat manusia adalah kesenangan, maka itu juga tidak terlalu populer. TETAPI berikutnya muncul tokoh filusuf yang lebih terkenal dan lebih besar, EPIkurus. Epi kurus ini lebih dikenal karena lebih mengejawantahkan tentang apa yang dimaksud dengan hedonisme, apa yang dimaksud dengan kesenangan. Bahwa tujuan, atau motif seseorang melakukan semua hal itu seharusnya adalah kebahagiaan. TIDAK seperti yang diungkapkan tokoh sebelumnya, epi kurus bahwa yang dimaksud tidak harus kebahagiaan badaniyah. Tetapi kebahagiaan rohaniyah juga. 


Hidup manusia memang harus bersenang2, tetapi untuk mencapai kesenangan manusia harus menghemat kesenangan itu. Saya sangat suka makan... batagor memberikan kesenangan, atau maka dibutuhkan pengendalian, kalau tidak dikendalikan maka batagor yang nikmat itu menghasilkan ketidak nikmatan. Jadi hedonisme itu bukan hanya tentang bersenang2 saja, tetapi untuk mencapai kesenangan salah satu tipsnya, adalah dengan cara mengendalikan kesenangan itu. Bahkan kemudian dilanjutkan oleh sang Epi Kurus, bukan hanya dikendalikan tetapi juga dihemat. 

Inti dari HEDONISME adalah memanage kebahagiaan, bukan bersenang-senang. 

Jadi sangat berbeda sekali apa yang dikatakan oleh Epi kurus dengan yang sekarang kita bayangkan tentang hedonisme. TETAPI itu tidak masalah murid2 epikurus mengejawantahkan apa yang disampaikan oleh gurunya itu adalah dengan bersenang-senang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banjirnya Ilmu Pengetahuan | Catatan Guru Gembul

  Disklaimer Ini adalah transkrip dari youtube perbincangan Helmi Yahya dengan Guru Gembul. Jadi kalau mau melihat lebih lengkap, bisa langsung saja ke sumber perbincanganya.    Zaman Media . Sekarang itu zaman media. Jadi kalau misalnya (ada pertanyaan) Pengetahuanya darimana? Itu sebenarnya pertanyaan kurang relevan untuk zaman sekarang. Karena kita (untuk) mengetahui / akses untuk mendapatkan informasi itu banyak sekali kan? (Untuk Zaman) Sekarang pertanyaan yang paling utama BUKAN Darimana kalian mendapatkan Pengetahuan?  Tetapi darimana? (kita mengetahui bahwa) Pengetahuan itu BENAR, Pengetahuan itu bisa DIVERIFIKASI.   Kurasi menjadi penting?  kegiatan mengelola benda-benda dalam ekshibisi di museum atau galeri Iya itu penting. Kan kalau misalkan dalam metodologi ilmu itu, setelah kita mengumpulkan sebanyak mungkin sumber, kita mampu mengkritik sumber itu. Nah kita sekarang, di zaman digital, di zaman cyber, di zaman yang entah namanya apa ini? yang ...

Pendidikan Anak Sejak Dini - dr Ryu Hasan

Mental Aritmatika . Di tahun 90an akhir atau awal 2000an itu, ada les "mental aritmatika", anaknya dilesin semua. Lha Kamu itu pingin anakmu jadi kalkulator atau gimana sih?  Sehebat-hebatnya anak itu bisa ngitung, masih kalah cepet sama kalkulator penjual tahu. Lho ngapain? daripada gitu, ya bekali aja anakmu dengan kalkulator.  Terus ada lagi "super brain" anak diajari ngapalin. Lha kenapa sih? gak gitu lah. Memangnya anakmu jadi HPU? kan gak demikian kan? Anakmu jadi HPU, ibukota ini dimana, ini dimana?  lho ngapain? gitu lho, wong nanti kerjanya di bank, gak perlu ngafalin HPU, ngapain?  Raja Singosari pertama, lho gak penting. Gak penting banget gitu lho, Raja Singosari yang terkenal, ngapain? dihafalin? Nanti kerjanya di Bank, jadi teller Bank.  In the late 90s or early 2000s, there was mental arithmetic tutoring. Parents were flocking to enroll their kids. Do you really want your child to become a calculator or something? As quickly as the child can calc...

Nama - Nama Islami | Catatan Guru Gembul 255

    Nama itu tidak hanya menunjukkan cita2 orang tua, kepada anak2 yang diberinya nama. Tetapi nama itu adalah bagian dari unsur kebudayaan, yang bisa membuat kita meneropong, apa yang terjadi pada masyarakat itu. Apakah itu sintesis antar unsur2 kebudayaan, apakah bahkan mungkin agresi kebudayaan lain pada masyarakat setempat.     Joel C Kuipers Telah mengumpulkan 3.7juta nama dalam satu abad di Indonesia yang menjadi bukti adanya pergeseran nama JAWA merosot, tajam tergantikan nama2 arab, atau campuran ARAB   Sejak kemunculan pertama kalinya, masyarakat arab itu sudah menghadapi masalah yang sangat pelik. Yaitu mana yang merupakan budaya arab, dan mana yang merupakan nilai2 dasar islam. Pemisahan ini memang faktanya sulit untuk dilakukan, karena memang faktanya islam berkembang dan lahir di tradisi arab jahiliyah, pada waktu itu . Dan bagaimanapun ada unsur2 budaya arab yang bisa masuk ke nilai2 islam. Nah tetapi pemisahan antara nilai islam dan budaya ar...