Agama itu harus jadi inspirasi dari politik. Agama itu, nilai2 agama itu harus menjadi inspirasi dari kegiatan2 politik. TETAPI kalau agama dijadikan alat politik, sekuler lebih baik. Karena sekuler gak bawa2 agama. Saya berharap para politisi, jaga moral, jaga agama. Silahkan jaga agama masing2 dari orang yang beragama itu, agar dirinya tidak menjadikan agamanya sebagai "keset".
Yang abstrak itu, biasanya akan dikalahkan dengan yang kongkrit. Kalau misalkan kita sekarang, kita itu ditakut2in dengan neraka. Dan kalau misalkan kita disuguhi dengan dosa dan dosanya itu enak, mungkin kita akan tetap melakukan dosa itu enak, walaupun takut kepada neraka, karena abstrak.
Jangan menggunakan agama untuk hal2 yang buruk itu akan diabaikan dulu, karena itu sesuatu yang abstrak. Dan itu bisa diinterpretasikan, dan itu bisa jadi pembelaan dirinya, mereka akan cari yang ini. Gak papa nanti demi kebaikan agama... pikiranya adalah yang seperti itu. Pada akhirnya agama akan dijadikan alat untuk memenuhi ego setiap orang. Menjadi "keset". Manusia itu makhluk komunal, yang baru bisa mencapai peradaban itu adalah ketika dia mampu mengakumulasikan pengetahuanya dengan orang lain. Kalau akumulasi itu tidak terjadi, maka bangsa itu tetap jadi biadab. Bisa beradab itu ketika sudah menyatu. MAKANYA Ibnu Rusyd itu sampai menyebut, manusia itu akan terhubung satu sama lain, yang akhirnya memunculkan otak universal. BUKANKAH kita juga berdasarkan musyarawarah untuk mufakat?
Agama itu adalah agama formalitas untuk semua hal. NILAI formalitas kan? waktu sekolah. Politik itu demokratis bukan? bukan. Demokrasi itu adalah misalkan gini. Demokrasi itu kita memilih siapa wakil kita untuk mengajukan visi kita. Itu demokrasi... Di Indonesia itu adalah orang besar, merekayasa kita untuk memilihnya. Jadi bukan kita memilih pemimpinya, tetapi orang besar itu merekayasa kita untuk memilih mereka. Dan karena itu, maka demokrasinya ya formalitas aja. Aristoteles itu nolak demokrasi, saya juga nolak demokrasi sebenernya. Demokrasi itu hanya cocok untuk bangsa2 yang sudah mapan. Cocok bukan berarti bagus ya, cocok. Bangsa2 kita itu lebih cocok dengan sesuatu yang lebih memaksa. Kalau kesadaran itu belum terbentuk, maka kita harus memaksa kesadaran itu menjadi ada. Kalau orang2 belum sadar naik motor pakai helm itu penting, maka kita harus memaksa.
Orang Indonesia ke Singapura gak berani buang puntung rokok. Aturan yang kuat itu lebih... ada banyak sisi negatif, tetapi kadang2 tangan besi itu dibutuhkan. Pada banyak hal kita setuju bahwa kita membutuhkan orang yang tangan besi. Jadi kalau saya ditanya, kalau saya jadi presiden apa yang harus dilakukan? saya bilang bahwa ijinkan saya untuk bisa melakukan tindakan yang lebih sewenang2. Sampai negaranya baik dan benar, baru demokrasi.
Komentar
Posting Komentar